













Quran 3:169-171

















Quran 3:169-171



Muhammad itu sekali-kali bukanlah bapak dari seorang laki-laki di antara kalian, tetapi dia adalah Rasulullah dan penutup para nabi…
(QS 33 al-Ahzab:40)
Ya Allah, curahkan shalawat atas junjungan kami Muhammad dan keluaganya.
Michael H. Hart (1932- )
Profesor astronomi, fisika dan sejarah sains
“Pilihan saya menempatkan Muhammad di urutan teratas dalam daftar orang-orang yang paling berpengaruh di dunia boleh jadi mengejutkan para pembaca dan dipertanyakan oleh banyak orang, tetapi dia (Muhammad) adalah satu-satunya manusia dalam sejarah yang sangat berhasil dalam dua tataran sekaligus, agama (ukhrawi) dan sekular (duniawi).”
[The 100: A Ranking Of The Most Influential Persons In History, New York, 1978, h. 33]
William Montgomery Watt (1909- )
Profesor (Emeritus) Studi Bahasa Arab dan Islam di University of Edinburgh
“Kerelaannya dalam mengalami penganiayaan demi keyakinannya, ketinggian akhlak orang-orang yang mempercayainya dan menghormatinya sebagai pemimpin, dan kegemilangan prestasi puncaknya —semua itu membuktikan ketulusan hatinya yang sempurna. Tetapi kenyataannya, tak seorang tokoh besar pun dalam sejarah yang sangat kurang dihargai di dunia Barat seperti Muhammad. Menganggap Muhammad sebagai seorang penipu akan menimbulkan lebih banyak masalah ketimbang memecahkannya.”
[Mohammad At Mecca, Oxford, 1953, h. 52]
Alphonse de Lamartine (1790-1869)
Penyair dan negarawan Prancis
“Filosof, orator, utusan Tuhan, pembuat undang-undang, pejuang, penakluk pikiran, pembaru dogma-dogma rasional dan penyembahan kepada Tuhan yang tak terperikan; pendiri dua puluh kerajaan bumi dan satu kerajaan langit, dialah Muhammad. Berkaitan dengan semua norma yang menjadi tolak ukur kemuliaan manusia, kita boleh bertanya, adakah manusia yang lebih besar daripada dia?”
[Histoire De La Turquie, Paris, 1854, vol. II, h. 276-277]
Reverend Bosworth Smith (1794-1884)
Mantan pengawas Trinity College, Oxford
“… Dia Caesar sekaligus Paus; tetapi dia adalah Paus tanpa pangkat Paus dan Caesar tanpa pasukan Caesar. Tanpa tentara tetap, tanpa pengawal, tanpa istana, tanpa pendapatan tetap, jika pernah ada manusia yang memiliki hak untuk mengatakan bahwa dia diperintah oleh Tuhan Yang Maha Benar, dialah Muhammad; karena dia memiliki semua kekuasaan tanpa peralatan dan pendukung untuk itu.”
[Mohammed and Mohammedanism, London, 1874, p. 235]
Mohandas Karamchand Gandhi (1869-1948)
Pemikir, negarawan, dan pemimpin nasionalis India
“…. Saya semakin yakin bahwa bukanlah pedang yang menaklukkan sebuah daerah bagi Islam untuk hidup pada zaman itu. Kesederhanaan yang teguh, nabi yang sama sekali tidak menonjolkan- diri, kesetiaannya yang luar biasa kepada janjinya, kasih sayangnya yang amat besar kepada para sahabat dan pengikutnya, keberaniannya, kepercayaannya yang mutlak kepada Tuhan dan kepada misinya; inilah, dan bukan pedang, yang mengantarkan segala sesuatu di hadapan mereka dan mengatasi setiap masalah.”
[Young India (majalah), 1928, Volume X]
Edward Gibbon (1737-1794)
Dianggap sejarawan Inggris terbesar di zamannya
“Kesuksesan kehidupan Muhammad yang luar biasa disebabkan semata-mata oleh kekuatan akhlak tanpa pukulan pedang.”
[History Of The Saracen Empire, London, 1870]
John William Draper (1811-1882)
Ilmuwan, filosof, dan sejarawan Amerika
“Empat tahun setelah runtuhnya kekaisaran Roma Timur (Kaisar Justin), pada 569 Masehi, di kota Makkah, di jazirah Arab, lahirlah manusia yang di antara seluruh manusia telah memberikan pengaruh amat besar bagi umat manusia… Muhammad.”
[A History of the Intellectual Development of Europe, London, 1875, vol.1, h. 329-330]
David George Hogarth (1862-1927)
Ahli arkeologi Inggris, penulis, dan pengurus Museum Ashmolean, Oxford
“Tindak-tanduk kesehariannya, yang serius ataupun yang sepele, menjadi hukum yang ditaati dan ditiru secara sadar oleh jutaan orang masa kini. Tak seorang pun diperhatikan oleh golongan umat manusia mana pun seperti Manusia Sempurna ini yang diteladani secara saksama. Tingkah laku pendiri agama Kristen tidak begitu mempengaruhi kehidupan para pengikut-Nya. Selain itu, tak ada Pendiri suatu agama yang dikucilkan tetapi memperoleh kedudukan mulia seperti Rasul Islam.
[Arabia, Oxford, 1922, h. 52]
Washington Irving (1783-1859)
Terkenal sebagai “sastrawan Amerika pertama”
“Dia makan secara sederhana dan bebas dari minuman keras, serta sangat gemar berpuasa. Dia tidak menuruti nafsu bermewah-mewah dalam berpakaian, tidak pula ia menuruti pikiran yang sempit; kesederhaannya dalam berpakaian dilatarbelakangi oleh sikapnya yang tidak mempedulikan perbedaan dalam hal-hal yang sepele…. Dalam urusan pribadinya dia bersikap adil. Dia memperlakukan kawan dan orang asing, orang kaya dan orang miskin, orang kuat dan orang lemah, dengan cara yang adil. Dia dicintai oleh rakyat jelata karena dia menerima mereka dengan kebaikan hati dan mendengarkan keluhan-keluhan mereka…. Keberhasilan militernya bukanlah kemenangan yang sia-sia dan sekali-kali tidak membuatnya merasa bangga, karena tujuan semuanya itu bukan untuk kepentingan pribadinya. Ketika dia memiliki kekuasaan yang amat besar, ia tetap sederhana dalam sikap dan penampilannya, sama seperti ketika dia dalam keadaan sengsara. Sangat berbeda dengan seorang raja, dia tidak suka jika, ketika memasuki ruangan, orang menunjukkan penghormatan yang berlebihan kepadanya.”
[Life of Mahomet, London, 1889, h. 192-3, 199]
Annie Besant (1847-1933)
Teosof Inggris dan pemimpin nasionalis India, Presiden Kongres Nasional India pada 1917
“Siapa pun yang mempelajari kehidupan dan sifat Nabi besar dari jazirah Arabia ini, siapa pun yang mengetahui bagaimana ia mengajar dan bagaimana ia hidup, pasti memberikan rasa hormat kepada Nabi agung itu, salah seorang utusan Tuhan yang luar biasa. Dan meskipun dalam uraian saya kepada Anda akan tersebut banyak hal yang barangkali sudah biasa bagi kebanyakan orang, akan tetapi setiap kali saya membaca-ulang tentang dia, saya sendiri merasakan lagi kekaguman yang baru, menimbulkan lagi rasa hormat yang baru kepada guru bangsa Arab yang agung itu.”
[The Life and Teachings of Muhammad, Madras, 1932, h. 4]
Edward Gibbon (1737-1794)
Dianggap sejarawan besar Inggris di zamannya
“Memorinya (yakni, Muhammad) sangat besar dan kuat, sikapnya sederhana dan ramah, imajinasinya agung, keputusannya jelas, cepat, dan tegas. Dia memiliki keberanian berpikir maupun bertindak.”
[History of the Decline and Fall of the Roman Empire, London, 1838, vol.5, h.335]
mungkin kata2 mereka ini sering kita dengar..diulang2 dan terus diulang...dgn harapan supaya kita sedar..betapa mereka meninggikan baginda..dan kita pula sebagai umatnya perlulah lebih dari itu...bukan setakat meninggikan baginda malahan bersyukur dengan kehadiran baginda sebagai pembawa ad-din....moga kita sentiasa dalam rahmat dan cintai-nya
The bellow photos are not a Movie Shooting or Celebrating a festival with crackers... its a school in Gaza .. this is the current situation of the innocent people in Gaza !
Make sure you read till last to know what is white phosphorus! and the effect!
( UNRWA SCHOOL IN BEIT LAHIA, GAZA , PALESTINE )

Dan apabila menyentuh kepada ayat alquran atau pada hadis. Tidak boleh tidak kita kene merujuk kepada mereka yang ARIF DAN MEMPUNYAI KEAHLIAN SELAYAKNYA Untuk kita lebih jelas dan mengetahui maksud tersurat dan tersirat. Firman Allah Taala bermaksud:
Lelaki yang berzina tidak mengahwini melainkan perempuan yang berzina atau perempuan musyrik dan perempuan yang berzina tidak dikahwini melainkan oleh lelaki yang berzina atau lelaki musyrik dan yang demikian itu di haramkan atas orang-orang yang mukmin.
(Surah an-Nur: ayat 3).
Firman Allah Taala bermaksud:
Dan kahwinknlah orang-orang yang sendirian(yang belum berkahwin) di antara kamu,dan orang-orang yang layak (berkahwin) dari hamba-hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin Allah akan memampukan mereka dengan kurniaNya. Dan Allah Maha Luas (pemberianNya) lagi Maha Mengetahui.
(Surah an-Nur: ayat 32).
Firman Allah Taala bermaksud:
Dan Allah menjadikan bagi kamu isteri-isteri dari jenis kamu sendiri dan menjadikan bagi kamu daripada isteri-isteri kamu itu anak-anak dan cucu-cucu dan memberikan rezeki kepada kamu dari yang baik-baik maka mengapakah mereka beriman kepada yang batil.
(Surah an-Nahl: ayat 72).
Firman Allah:
(Lazimnya) perempuan-perempuan yang jahat adalah untuk lelaki-lelaki yang jahat, dan lelaki-lelaki yang jahat untuk perempuan-perempuan yang jahat; dan (sebaliknya) perempuan-perempuan yang baik untuk lelaki-lelaki yang baik, dan lelaki-lelaki yang baik untuk perempuan-perempuan yang baik.
[Maksud surah al-Nur 24:26]
Allah sentiasa memberi yang terbaik, namun adakalanya Allah memberikan sesuatu yang buruk bagi mencapai kebaikan itu.
Setelah beberapa beberapa ketika saya bertangguh untuk memberi penjelasan tentang perkara ini, dan atas keseganan sendiri untuk melakukan post ini, akhirnya, insyaALLAH kali ini saya berusaha mengupas isu istihadah ini sedikit berbeza dari biasa. Atas permintaan beberapa sahabiah, dan adik usrah, saya harap pembaca lain akan sedikit terbuka walau isu ini lebih kepada urusan wanita.
Selalu saya di tanya oleh sahabiah yang mengalami masalah kitaran haid tentang waktu sebenar kitaran haid dan cara mengenali dan membezakan antara haidh, nifas dan darah istihadah, cara pengurusan dan amalan yang boleh dan tidak ketika dalam setiap keadaan. Ketiga-tiga perkara di atas merupakan antara perkara terpenting yang amat-amat perlu difahami teori dan praktikalnya bagi setiap insan bergelar wanita. Ia amat perlu supaya ia memudahkan urusan ibadah kita dan amat penting juga dalam urusan berumahtangga. Berkenaan dalam ikatan suami isteri, boleh saya katakan, isu-isu ini turut penting bagi golongan muslimin dalam mengetahui dan memahami kondisi isteri terutamanya supaya kelak tiada kecelaruan berlaku.
Namun, entri kali ini, saya tidak bercadang untuk mengupas satu persatu teori dan pengurusan diri atas ketiga-tiga perkara tersebut kerana terlalu banyak rujukan yang mudah di dapati dan jauh lebih baik dari kefahaman saya sendiri, malah ia juga merupakan rujukan saya. InsyaALLAH kali ini, saya ingin memfokuskan kepada perspektif lain tentang istihadah, tentang wujudnya istihadah yang lebih dari kerana ianya darah kotor yang disebabkan oleh penyakit dan sebagainya.
Overview darah Istihadah
Atas kesedaran dan kefahaman seorang muslimah, istihadah lebih mudah di fahami sebagai darah wanita yang mengalir luar dari masa kitaran haid. Istihadah ialah darah yang keluar secara berterusan bagi seorang wanita. Ia keluar tanpa terputus-putus atau mungkin terputus sekejap seperti sehari-dua dalam sebulan. Ia boleh di kesan dengan mengenal pasti waktu keluarnya darah yang berbeza dan ‘terlebih’ dari biasa (mengikut kitaran haid normal bagi individu), dan melalui warna darah.
Terdapat beberapa dalil atas kes istihadah. Dalil bagi kes pertama, yakni darah keluar tanpa terputus-putus ialah sebagaimana aduan Fathimah binti Abi Hubaisy radhiallahu 'anha kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam sebagaimana di dalam Shahih al-Bukhari:
“Ya Rasulullah! Sesungguhnya aku tidak suci” manakala dalam satu riwayat yang lain: “Aku didatangi istihadah maka aku tidak suci.”
Dalil bagi kes kedua, yakni darah keluar dengan terputus sekejap ialah kisah Himnah binti Jahsy radhiallahu 'anha yang datang menemui Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam lalu berkata:
“Ya Rasulullah, sesungguhnya aku didatangi darah istihadah yang banyak.” [Musnad Ahmad, Sunan Abu Daud dan Sunan al- Tirmizi dan beliau (al-Tirmizi) mensahihkannya. ]
Kesedaran atas berlakunya istihadah perlulah hadir dari kefahaman tentang perbezaan waktu suci sepatutnya dan waktu kotor sepatutnya (kitaran haid). Jadi terlalu penting bagi seorang muslimah untuk mencatitkan waktu kedatangan haid untuk memudahkan urusan ibadah kita terutamanya. Banyak perbincangan dan buku yang boleh di rujuk untuk perkara ini.
Istihadah :: adakah permainan syaitan?
Di luar sedarnya kita, wahai kaum muslimah, saya ingin tegaskan di dalam entri kali ini bahawa masalah istihadah merupakan salah satu bentuk gangguan syaitan ke atas wanita. Hal ini ada di bincangkan di dalam kuliah tafsir al-a’raf oleh Ustaz Zahazan di radio Ikim.fm, dan beberapa kuliah fiqh muslimat di uia, serta terdapat beberapa buku yang turut membincangkannya seperti fiqh wanita, petunjuk quran dan sunnah berkenaan haid, istihadah dan nifas (terbitan alfirdaus.com) , dan beberapa kitab lain.
Tentu, terlalu normal orang mengatakan bahawa darah istihadah merupakan darah kotor seseorang yang mungkin di sebabkan oleh beberapa faktor seperti penyakit, pengambilan makanan, stress dan sebagainya. Dan ini sememangnya terdapat hadith sahih tentangnya. Namun, saya tertarik untuk membincangkan satu hadith;
Rasulullah bersabda: “Sesungguhnya ia (pendarahan kamu) adalah hentakan dari hentakan-hentakan syaitan, maka (apabila) kamu didatangi haid selama enam atau tujuh hari pada ilmu Allah Ta’ala, hendaklah kamu mandi apabila kamu lihat bahawa kamu telah suci (dari darah haid), maka hendaklah kamu solat pada pada dua puluh tiga malam atau dua puluh empat malam dan siangnya dan hendaklah kamu berpuasa.”
[Sunan Abu Daud– no: 248 (Kitab al-Thaharah) dan Sunan al-Tirmizi – no: 118 (Kitab al-Thaharah) dan berkata al-Tirmizi, hadis ini hasan sahih]
Hadith ini jelas menyatakan bahawa darah istihadah merupakan darah yang disertai oleh syaitan. Suatu perkara yang besar saya kira untuk di fahami oleh muslimah terutama sekali yang berhadapan dengan istihadah. Permainan pertama berkaitan istihadah adalah dalam urusan beribadat. Sudah tentunya seseorang yang mengalami istihadah akan mengalami kekeliruan sekaligus mengundang perasaan was-was dalam melakukan ibadah. Jadi tidak hairanlah mengapa muslimah yang mengalami hal istihadah sering bertanya kepada pelbagai pihak, walau sudah berulang kali dek kerana inginkan kepastian. Alhamdulillah, at least mereka sedar akan pentingnya memahami hal istihadah dan pengurusan supaya tidak menjejaskan urusan ibadah. Jadi jelas sekali, ini merupakan salah satu tipu daya syaitan dalam membina perasaan was-was sekaligus menghalang kita mencapai kesempurnaan dalam ibadah seperti solat.
Selain itu, masalah istihadah dan permainan syaitan yang ke dua melibatkan sistem hubungan suami isteri dan institusi rumah tangga. Merujuk kepada surah al-baqarah ayat ke 102, di situ ada menyatakan bahwa terdapatnya sihir syaitan yang berperanan memporak perandakan dan mencerai beraikan suami isteri dan ada ulama’ yang menghuraikan salah satu method yang di maksudkan adalah istihadah yang mana ia merupakah salah satu daf’ah (tipu daya) syaitan ke atas wanita dan suami dalam melahirkan kecelaruan dalam institusi rumah tangga melalui hubungan suami isteri tersebut. Ini di sokong oleh beberapa hadith yang menyatakan bahawa, syaitan itu pendamping bagi kaum muslimah, dan ada juga hadith yang menyatakan wanita itu pembawa syaitan. Jadi jelas membuktikan bahawa istihadah merupakan salah satu permainan spiritual syaitan ke atas emosi dan hubungan suami isteri.
Punca atas sedar
‘Kita stress lately, workload berat sangat...hmm, macamana ya?’ itu alasan selalu saya terima dari sahabiah yang bertanya.
Dari perspektif lain, sebenarnya muslimah perlu selalu bermuhasabah. Berfikir di luar kotak fikiran biasa. Sistem edaran darah wanita merupakan salah satu anugerah besar bagi seseorang wanita. Ada yang mengatakan ‘hadiah’ untuk wanita setelah setiap hari menanggung pelbagai kerja dalam kehidupan dan kitaran darah merupakan ‘cuti umum’ untuk menghilangkan lelah. Selain itu, kitaran darah juga menyucikan sistem tubuh wanita dengan membuang setiap darah kotor. Jauh dari itu, dapat dilihat, bahawa sistem ini merupakan ‘signal’ bagi muslimah yang berpenyakit, dan sebenarnya merupakan ‘ingatan’ untuk mereka yang sebenarnya sakit dari segi spiritual.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam telah bersabda kepada Fathimah binti Abi Hubaisy:
“Sesungguhnya yang demikian itu ialah ‘irq (penyakit) bukanlah darah haid maka apabila datang haid maka hendaklah kamu meninggalkan solat.” [Shahih al-Bukhari – no: 306 (Kitab al-Haid)]
Terdapat dua jenis penyakit di sini yang dihuraikan oleh beberapa ulama’ atas maksud ‘irq (penyakit) di dalam hadith di atas. Penyakit yang jelas adalah penyakit fizikal iaitu berkemungkinan seseorang yang mengalami istihadah merupakan tanda-tanda wujudnya penyakit dalaman di dalam tubuh badan wanita. Dan penyakit ke dua yang dimaksudkan ialah penyakit jiwa. Penyakit jiwa ini bermaksud hubungan kita dengan ALLAH swt yang mana semakin hari semakin lemah.
Seorang wanita yang mengalami istihadah tentunya faham keadaannya semasa itu. Bagi mereka yang stress, selalu cenderung mendera fizikal dengan meratapi stress tanpa cuba mengkaji spiritual semasa saat itu. Saya telah mengupas isu stress secara ringkas. Ia jelas menunjukkan bahawa sebab-sebab hadirnya stress yang sekaligus bisa menjarakkan hubungan semasa kita dengan ALLAH swt.
Antara perkara lain yang melibatkan penyakit rohani ialah;
1. Kelemahan hati: hati yang tidak kuat
2. Kelemahan roh: e.g.: instinct. Dan kelemahan batin dalam menghadapi setiap urusan . Jadi ini sala h satu sebab wanita yang menghadapi stress ada yang akan mengalami istihadah
3. Pengaruh nafsu: terarah kepada benda yang tidak baik
4. Kelemahan akal : Akal tidak dapat menerima bebanan semasa dek kerana tidak diarahkan oleh kekuatan iman dan sebagainya
Atasi secara spiritual
Terdapat beberapa cara mengatasi Istihadah secara spiritual iaitu;
1. Selalu berwudu’. Sentiasa memperbaharui wudhu seperti yang di lakukan oleh Rasulullah saw untuk memastikan diri kita sentiasa suci dan jauh dari gangguan syaitan
2. Mengamalkan doa; Bismillahillazi la yadurru maas mihi syai’un fil ardhi wala fissamai wahuwassami ul’azim
3. Memperbanyakkan hadir ke majlis-majlis ilmu
4. Bertadabbur
5. Bersedekah; memelihara harta dan mensucikan jiwa (salah satu melalui zakat)
6. Mengamalkan zikir. Walau dalam keadaan berhadas. Dan ALQURAN sebagai zikir terbaik dan pakaian jiwa. Amalan lain seperti Al-mathurat dan al-manzil
7. Mengamalkan solat dhuha
Apapun maksud dan sebab di sebalik hadirnya istihadah yang di beri oleh ALLAH swt buat insan bergelar wanita, ia merupakan anugerah terbesar iaitu sebagai ‘signal’ awal dalam memberi peluang wanita untuk mengambil langkah untuk mengubati. Walau berpenyakit fizikal sekalipun, bersangka baiklah kerana ia pasti dapat menyucikan dosa kita di dunia tanpa perlu di hitung di akhirat, dan bersyukurlah kita masih di beri masa untuk mengambil langkah mengubati tanpa terus di tarik nyawa, dan jika ia tanda stress dan permasalahan jiwa, maka itu tandanya DIA sentiasa mengingati kita dan memberi waktu untuk kita bermuhasabah supaya kita sentiasa berhubung denganNYA dan sehingga waktu kita bertemu denganNYA dalam keadaan bersih jiwa. SubhanALLAH. Bukankah begitu untung menjadi wanita ^__~ kita sentiasa berada di bawah jagaan dan tarbiyyahNYA.
Jadi, apapun keadaan menghambat, jangan lupa untuk selalu bermuhasabah akan kekurangan diri bukan menyalah kan takdir semata atas musibah yang melanda. Dan walau sesibuk mana pun kita dan di mana jua kita di campakkan, pasti kan sentiasa hati dan jiwa kita tetap berhubung denganNYA.
Wallahu'alam bissawab