Tuesday, August 31, 2010

Ya Allah


Ya Allah ...

Ketika laut bergemuruh, ombak menggunung, dan angin bertiup kencang menerjang, semua penumpang kapal akan takut dan menyeru...

'Ya Allah!'.

Ketika seseorang tersesat di tengah gurun pasir, kenderaan menyimpang jauh dari jalurnya dan para kafilah bingung menentukan arah perjalanannya, mereka akan menyeru...

'Ya Allah!'

Ketika musibah menimpa bencana melanda dan tragedi terjadi mereka yang tertimpa akan selalu berseru...

'Ya Allah!'

Ketika semua cara tak mampu menyelesaikan, setiap jalan terasa menyempit, harapan terputus dan semua jalan pintas membuntu, mereka pun menyeru...

' Ya Allah!'

Ketika bumi terasa menyempit dikeranakan himpitan persoalan hidup, dan jiwa serasa tertekan oleh bebanan berat kehidupan yang harus anda pikul, menyerulah...

' Ya Allah!'

Kuingat Engkau saat alam begitu gelap gulita, dan wajah zaman berlumuran debu hitam kusebut nama-Mu dengan lantang di saat fajar menjelang, dan fajar pun merekah seraya menebar senyuman indah.

Setiap ucapan baik, doa yang tulus, rintihan yang jujur, air mata yang menetes penuh keikhlasan, dan semua keluhan yang menggundah gulanakan hati adalah hanya pantas ditujukan ke hadirat-Nya.

Setiap dini hari menjelang, tadahkan kedua tangan, julurkan lengan penuh harap, dan arahkan terus tatapan matamu ke arah-Nya untuk memohon pertolongan!. Ketika lidah bergerak, tak lain hanya menyebut, mengingati dan berdzikir dengan nama-Nya. Dengan begitu, hati akan tenang, jiwa akan damai, saraf tidak lagi menegang dan iman kembali berkobar-kobar. Demikianlah dengan selalu menyebut nama-Nya, keyakinan akan semakin kukuh. Kerana.. ' Allah Maha Lembut terhadap hamba-hamba-Nya' ( QS. Asy-syura: 19 )

" Betapapun kulukiskan keagungan-Mu dengan deretan huruf, kekudusan-Mu tetap meliputi semua arwah Engkau tetap Yang Maha Agung, sedang semua makna, akan lebur, mencair, di tengah keagungan-Mu, wahai Rabku "

Ya Allah gantikanlah kepedihan ini dengan kesenangan, jadikanlah kesedihan itu awal kebahagian, dan sirnakan rasa takut ini menjadi rasa tenteram. Ya Allah, dinginkan panasnya kalbu dengan salju keyakinan, dan padamkan bara jiwa dengan air keimanan. Wahai Rabb, anugerahkan pada mata yang tidak dapat terpejam ini rasa mengantuk dari-Mu yang mententeramkan. Tuangkan dalam jiwa yang bergolak ini kedamaian. Dan, ganjarlah dengan kemenangan yang nyata.

Wahai Rabb, tunjukkanlah pandangan yang kebingunan ini kepada cahaya-Mu. Bimbinglah sesatnya perjalanan ini ke arah jalan-Mu yang lurus. Dan tuntunlah orang-orang yang menyimpang dari jalan-Mu merapat ke hidayah-Mu. Ya Allah sirnakan keraguan terhadap fajar yang pasti datang dan memancar terang, dan hancurkan perasaan yang jahat dengan secercah sinar kebenaran. Hempaskan semua tipu daya syaitan dengan bala tentera-Mu. Ya Allah sirnakan dari kami rasa sedih dan duka, dan usirlah kegundahan dari jiwa kami semua. Kami berlindung kepada-Mu dari setiap rasa takut yang mendera. Hanya kepada-Mu kami bersandar dan bertawakal. Hanya kepada-Mu kami memohon, dan hanya dari-Mu lah semua pertolongan. Cukuplah Engkau sebagai Pelindung kami, kerana Engkaulah sebaik-baik Pelindung dan Penolong.

'La Tahzan' - Aaidh ibn Abdullah al-Qarni.

Selamat memasuki fasa ke-2 Ramadhan.

Masih berbaki walaupun syawal kian menghampir.

Semoga kita lulus ujian Ramadhan kali ini.

Doa dipanjat, ibadah bersulam ikhlas, membuahkan iman dan takwa, mengundang Rahmat dan maghfirah Tuhan.


No comments:

Post a Comment